The Guardian melaporkan, sejak bencana tersebut berlaku, terdapat sesetengah orang sanggup datang ke lokasi terjejas meskipun mengambil masa perjalanan beberapa jam untuk memuat naik swafoto dalam media sosial.

Swafoto itu diambil berlatar belakang banjir dengan kenderaan dan sampah yang dibawa gelombang tsunami pada Sabtu lalu.

Menurut seorang remaja dari Jakarta, Valentina Anastasia, meskipun perlu menaiki kereta selama tiga jam untuk ke Banten, dia berasa tidak kecewa.

“Saya ingin melihat lokasi bencana, kerosakan yang terjadi dan mangsa-mangsa.

“Banyak (swafoto), untuk media sosial dan kumpulan Whatsapp,” katanya.